Soal 1-1
Kampa Company beroperasi di tahun 1992 sedangkan Arbor Company pada tahun 1998. Perusahaan tersebut membayar bunga 7% atas utang mereka lepada kreditor.
Berikut informasi mengenai kedua perusahaan:
Kampa Company
|
Arbor Company
| |||||
2003
|
2002
|
2001
|
2003
|
2002
|
2001
| |
Perputaran total aktiva
|
3.0
|
2.7
|
2.9
|
1.6
|
1.4
|
1.1
|
Pengembalian atas total aktiva
|
8.9%
|
9.5%
|
8.7%
|
5.8%
|
5.5%
|
5.2%
|
Margin Laba
|
2.3%
|
2.4%
|
2.2%
|
2.7%
|
2.9%
|
2.8%
|
Penjualan
|
$400.000
|
$370.000
|
$386.000
|
$200.000
|
$160.000
|
$100.000
|
PADA KAMPA COMPANY
1. Kenaikan perputaran total aktiva cukup baik, semakin besar pada tahun 2003 walaupun menurun sedikit pada tahun 2002.
2. Pengembalian atas total aktiva mengalami kenaikan pada tahun 2002.
3. Margin laba terbesar pada tahun 2002 yaitu sebesar 2,4%.
4. Penjualan paling besar pada tahun 2003.
PADA ARBOR COMPANY
1. Perputaran total aktiva paling baik pada tahun 2003.
2. Pengembalian atas total aktiva naik pada tahun 2003.
3. Margin laba terbesar pada tahun 2002 yaitu sebesar 2,9%.
4. Penjualan paling besar pada tahun 2003.
Menurut penulis, kemampuan perusahaan menggunakan aktiva secara efisien dapat dilihat dari berapa besar margin laba(profit laba) dari perusahaan tersebut. Dengan tingkat profitabilitas yang tinggi berarti perusahaan akan beroperasi pada tingkat biaya rendah dan menghasilkan laba yang tinggi. Pada kasus ini kedua perusahaan sudah baik, tetapi lebih baik pada Arbor Company pada perolehan profit marginnya.
Financial Leverage dianggap baik jika perusahaan memperoleh pendapatan dari penggunaan dana. Menurut penulis, Kampa Company dan Arbor Company dapat dikatakan sukses dalam melakukan financial leverage di tahun 2003 karena penjualan yang lebih besar dari penggunaan dana dan atas utang mereka kepada kreditor.
SOAL 1-2
COHORN COMPANY
Laporan Laba Rugi Komparatif ($000)
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada Tanggal 31 Desember, 1997-2003
| 2003 | 2002 | 2001 | 2000 | 1999 | 1998 | 1997 | |
| Penjualan | $1594 | $1396 | $1270 | $1164 | $1086 | $1010 | $828 |
| HPP | 1146 | 932 | 802 | 702 | 652 | 610 | 468 |
| Laba Kotor | 448 | 464 | 802 | 462 | 434 | 400 | 342 |
| Beban Operasi | 340 | 266 | 802 | 180 | 156 | 154 | 128 |
| Laba Bersih | $108 | $198 | 802 | $282 | $278 | $246 | $214 |
COHORN COMPANY
Neraca Komparatif ($000)
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada Tanggal 31 Desember, 1997-2003
| 2003 | 2002 | 2001 | 2000 | 1999 | 1998 | 1997 | |
| Aktiva | |||||||
| Kas | $68 | 88 | 92 | 94 | 98 | 96 | 99 |
| Piutang Usaha,Bersih | 480 | 504 | 456 | 350 | 308 | 292 | 206 |
| Persediaan Barang Dagang | 1378 | 1264 | 1104 | 932 | 836 | 710 | 515 |
| Aktiva Lancar Lainnya | 46 | 42 | 24 | 44 | 38 | 38 | 19 |
| Investasi Jangka Panjang | 0 | 0 | 0 | 136 | 136 | 136 | 136 |
| Aktiva Tetap, Bersih | 2120 | 2114 | 1852 | 1044 | 1078 | 960 | 825 |
| Total aktiva | $4452 | $4012 | $3528 | $2600 | $2494 | $2323 | $1800 |
| Kewajiban dan Ekuitas | |||||||
| Kewajiban Jangka Pendek | $1120 | $942 | $618 | $514 | $446 | $422 | $272 |
| Kewajiban Jangka Panjang | 1194 | 1040 | 1012 | 470 | 480 | 520 | 390 |
| Saham Biasa | 1000 | 1000 | 1000 | 840 | 840 | 640 | 640 |
| Modal Kontribusi Lainya | 250 | 250 | 250 | 180 | 180 | 160 | 160 |
| Laba Ditahan | 888 | 780 | 648 | 596 | 548 | 490 | 338 |
| Total Kewajiban dan Ekuitas | $4452 | $4013 | $3528 | $2600 | $2494 | $2232 | $1800 |
Diminta :
Hitunglah presentase tren untuk masing-masing pos dalam kedua laporan tersebut dengan menggunakan tahun 1997 sebagai tahun dasar.
Analisis dan berikan komentar atas laporan keuangan tersebut dan presentase tren dari bagian a di atas.
Jawab :
a. Saldo Kas 31 Desember Tahun 1 adalah $99
Saldo Kas 31 Desember Tahun 2 adalah $96
Menggunakan 100 sbg angka indeks untuk Tahun 1
Angka Indeks untuk Tahun 2 :
Saldo tahun sekarang x 100 = $96 x 100 = 96,96
Saldo tahun dasar $99
Saldo Kas 31 Desember Tahun 3 adalah $98
Angka Indeks untuk Tahun 3 :
$98 x 100 = 98,98
$99
Perubahan saldo kas antara Tahun 1 dan Tahun 2 = 96,96 – 100 = -3,04 %
Perubahan saldo kas dari Tahun 2 ke Tahun 3 = $98/$96 = 1,02 % didapat dari perbandingan langsung.
b. Penjualan secara umum meningkat sejak tahun 1997 dan dipadani oleh kenaikan total beban operasi . Secara keseluruhan, analisis tren angka indeks tidak menunjukkan adanya masalah dengan prospek pertumbuhannya, karena dapat meningkatkan laba jangka pendek. Profitabilitas jangka panjangnya bergantung pada peningkatan penjualan. Analisis ini menggunakan tahun 1997 sebagai tahun dasar.
Soal 1-3
Lakukan analisis komparatif atas Eastman Corporation dengan menyelesaikan analisis dibawah ini. Uraikan dan beri komentar atas temuan yang signifikan dari analisis komparatif Anda.
EASTMAN CORPORATION
Laporan Laba Rugi (juta $)
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember
Tahun 6 Tahun 5 Tahun 4 Angka Angka Rata-
Kumulatif rata Tahunan
Penjualan $6,880 $3,490 $2,860
Harga Pokok Penjualan 3210 2610
Laba kotor 3670 680 1050 1800
Beban operasi
Laba sebelum pajak 2740 215 105
Laba bersih $1,485 $145 $58
Jawab:
Laporan Laba Rugi (juta $)
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember
Tahun 6 Tahun 5 Tahun 4 Angka Angka Rata-
Kumulatif rata Tahunan
Penjualan $6,880 $3,490 $2,860 $13,230 $4,410
Harga Pokok Penjualan 3210 2810 1810 7830 2610
Laba kotor 3670 680 1050 5400 1800
Beban operasi 4225 465 945 5635 1878,33
Laba sebelum pajak 2740 215 105 3060 1020
Laba bersih $1,485 $145 $58 $1,688 562,67
Dari laporan tersebut dapat kita lihat bahwa:
PENJUALAN
- penjualan paling tinggi terjadi pada tahun ke 6 yaitu $6.880
- dari tahun 5 ke tahun 6 terjadi kenaikan yang cukup signifikan yaitu $3.390 atau 97,13 %.
- kenaikan tersebut melebihi dari tahun sebelumnya yang hanya naik $ 630 atau 22,03 %.
- Jika dibandingkan, nilai rata-rata volume penjualan selama 3 tahun, perolehan penjualan selama tahun ke 6 yaitu $ 6.880 jauh melebihi dari rata-rata penjualan selama 3 tahun terakhir yaitu $ 4.410.
Harga Pokok Penjualan
- Harga Pokok Penjualan paling tinggi terjadi pada tahun ke 6 yaitu $3.210
- Dari tahun 5 ke tahun 6 terjadi kenaikan yang cukup signifikan yaitu $400 atau 14,23 %.
- kenaikan tersebut melebihi dari tahun sebelumnya yang hanya naik $ 1.000 atau 55,24%.
- Jika dibandingkan, nilai rata-rata harga pokok penjualan selama 3 tahun, perolehan harga pokok penjualan $7.830 jauh melebihi dari rata-rata harga pokok penjualan selama 3 tahun terakhir yaitu $ 2610.
Analisis Trend Angka Indeks
| Tahun 7 | Tahun 6 | Tahun 5 | |||
| Pos Laporan | Nomor
Indeks
| Perubahan dalam presentase | Nomor
Indeks
| Perubahan dalam presentase | Nomor
Indeks
|
| Penjualan
Harga Pokok Penjualan
Laba Kotor
Beban Operasi
Laba Sebelum Pajak
Laba Bersih
| 265
139
126
255
126
129
| 29%
15%
17%
20%
14%
12%
| 100
100
100
100
100
100
| 33.3%
33.3%
33.3%
33.3%
33.3%
33
| |
Soal 1-5
Asumsikan Anda seorang analis yang sedang mengevaluasi Mesco Company. Data yang tersedia dalam analisis keuangan Anda adalah sebagai berikut (kecuali dinyatakan lain, seluruh data adalah per 31 Desember, tahun 5)
Laba ditahan, 31 Desember Tahun 4 $98.000
Rasio margin laba kotor 25%
Aktiva tak lancar 2,5-1
Jumlah hari penjualan dlm persediaan $280.000
Jumlah hari penjualan dlm piutang 45 hari
Ekuitas pemegang saham trhdp total utang 4-1
Penjualan $920.000
Saham biasa: nilai nominal $15: 10.000 lembar saham ditempatkan dan beredar pada harga $21 per lembar
Diminta:
Menggunakan data tersebut, susunlah neraca per 31 Desember, tahun 5, untuk analisis Anda. Beban operasi (tidak termasuk pajak dan harga pokok penjualan tahun 5) adalah sebesar $180.000. Tarif pajak adalah 40%. Asumsikan 360 hari setahun dalam perhitungan rasio. Tidak ada deviden tunai yang dibayarkan tahun 4 atau tahun 5. Aktiva lancar terdirin dari kas, piutang, dan persediaan.
Jawaban:
Rasio Margin Laba Kotor = (Penjualan – HPP)
Penjualan
25 % = (920.000 – HPP)
920.000
HPP = 920.000 – (920.000 * 25%)
= 920.000 – 230.000
= 690.000
Laporan Laba Rugi
Penjualan Rp 920.000
HPP Rp 690.000
Laba Kotor Rp 230.000
Beban Operasi Rp 180.000
Laba sebelum pajak Rp 50.000
Total Pajak Rp 20.000 ( 50.000 * 40%)
Laba Bersih Rp 30.000
Jumlah hari untuk menjual persediaan = persediaan rata-rata
HPP / 360
45 hari = persediaan rata-rata (x)
690.000 / 360
Persediaan rata-rata(x) = 45 * (690.000 / 360)
= 45 * (1916,67)
= 86.250,15 (86.250 (pembulatan))
Persediaan = 86.250
2
= 43.125
Periode Penagihan = Piutang rata-rata
Penjualan / 360
18 hari = Piutang rata-rata
920.000 / 360
Piutang rata-rata = 18 * (920.000 / 360)
= 18 * 2.555,5
= 45.999
Piutang = 45.999
2
= 22.999,5 (22.999 (pembulatan))
Soal 1-6
Anda adalah seorang analisis yang sedang menelaah Foxx Company. Data berikut ini untuk analisis keuangan Anda (kecuali dinyatakan lain, seluruh data adalah per 31 Desember, Tahun 2):
Rasio Lancar.................................: 2
Perputaran Piutang Usaha.....................: 16
Saldo awal Piutang Usaha.....................: $50.000
Pengembalian akhir tahun atas ekuitas biasa..: 20%
Penjualan (seluruhnya penjualan kredit)......: $1.000.000
Jumlah hari penjualan dalam persediaan.......: 36 hari
Rasio margin laba kotor......................: 50%
Beban (tidak termasuk harga pokok penjualan).: $450.000
Rasio total utang terhadap ekuitas...........: 1
Aset tak lancar..............................: $ 300.000
Diminta:
Menggunakan data tersebut, susunlah neraca per 31 Desember, Tahun2, untuk analisis anda. Aset lancar terdiri dari atas kas, piutang, dan persediaan. Klasifikasi neraca terdiri atas kas, piutang, persediaan, total asset tidak lancar, total kewajiban lancar, total kewajiban tidak lancar, dan ekuitas.
Diketahui:
Total asset : $ 500.000
Jawab:
Rasio Perputaran Piutang Usaha = Penjualan : Rata-rata Piutang
Rata-rata Piutang = Penjualan : Rasio Perputaran Piutang Usaha
= $ 1.000.000 : 16
= $ 62.500
Rata-rata Piutang = (Piutang Awal + Piutang Akhir) : 2
Piutang Akhir = (Rata-rata Piutang x 2) – Piutang Awal
= $ 62.500 x 2) - $ 50.000
= $ 75.000
Rasio Margin Laba Kotor = (Penjualan – HPP) : Penjualan
HPP = Penjualan - (Rasio Margin Laba Kotor x Penjualan)
= $ 1.000.000 – (50% x $ 1.000.000)
= $ 500.000
Rasio Jumlah Hari Penjualan dalam Persediaan = Persediaan Rata-rata : (HPP/360)
Persediaan Rata-rata = Rasio Jumlah Hari Penjualan dalam Persediaan x (HPP/360)
= 36 x ($ 500.000 / 360)
= $ 50.000
Kas = Total Aset Lancar – (Piutang + Persediaan)
= $ 200.000 – ($ 75.000 + $ 100.000)
= $ 25.000
Rasio lancar = Aset Lancar : Kewajiban Lancar
Kewajiban Lancar = Aset Lancar : Rasio Lancar
= $ 200.000 : 2
= $ 100.000
Penjualan....= $ 1.000.000
HPP..........= $ 500.000 -
Laba Kotor...= $ 500.000
Beban........= $ 450.000 -
Laba Bersih..= $ 50.000
Rasio Pengembalian akhir tahun atas ekuitas biasa = Laba Bersih : Rata-rata Ekuitas Pemegang Saham
Rata-rata Ekuitas pemegang Saham = Laba Bersih : Rasio Pengembalian akhir tahun atas ekuitas biasa
= $ 50.000 : 20%
= $ 250.000
Rasio Total Utang Terhadap Ekuitas = Total Kewajiban : Ekuitas Pemegang Saham
Total Kewajiban = Rasio Total Utang Terhadap Ekuitas x Ekuitas Pemegang Saham
= 1 x $ 250.000
= $ 250.000
NERACA Per 31 Desember Tahun 2
ASET
Aset Lancar
Kas..........................= $ 25.000
Piutang......................= $ 75.000
Persediaan...................= $ 100.000 +
Total Aset Lancar.......................= $ 200.000
Total Aset Tidak Lancar.................= $ 300.000 +
TOTAL ASET.........................................= $ 500.000
KEWAJIBAN DAN EKUITAS PEMEGANG SAHAM
Total Kewajiban Lancar.......= $ 100.000
Total Kewajiban Tidak Lancar.= $ 150.000 +
TOTAL KEWAJIBAN.........................= $ 250.000
Total Ekuitas...........................= $ 250.000 +
TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS........................= $ 500.000
Analisis:
Rasio Lancar yang normal berada di angka 2, pada contoh kasus diatas Rasio perusahaan tersebut adalah 2 sehingga perusahaan berjalan secara baik dan normal. Sedangkan untuk Rasio perputaran Piutang, Persediaan, dan Aktiva semakin tinggi angka yang di dapat menandakan semakin bagus jalannya perusahaan tersebut. Begitu pun dengan nilai Laba Kotor, Laba Operasi dan Laba Bersih semakin tinggi nilainya semakin bagus perusahaan karena nilai itu mempengaruhi penjualan yang terjadi di dalam perusahaan tersebut. Tapi jika nilai Rasio total utang terhadap akuitas semakin tinggi, menandakan bahwa kinerja perusahaan tersebut buruk.
Tambahan:
Jawaban neraca diatas untuk nilai Total Ekuitas dan Persediaan dianggap sama dengan nilai rata-rata Ekuitas dan rata-rata persediaan, karena baik untuk Ekuitas dan persediaan tidak diketahui nilai awalnya.
Soal 1-7
Anda berencana untuk menganalisis neraca Voltek Company per 31 Desember. Tahun 6.
Tersedia data sebagai berikut :
1. Saldo awal dan akhir neraca pada akun piutang dan persediaan adalah sama.
2. Laba bersih sebesar $1.300.
3. Kelipatan bunga dihasilkan sebesar 5 (pajak penghasilan nol). Perusahaan memiliki obligasi bertingkat bunga 5% dan diterbitkan pada nilai nominal.
4. Margin laba bersih sebesar 10%. Margin laba kotor adalah 30%.
5. Jumlah hari penjualan dalam piutang adalah 72 hari.
6. Penjualan terhadap modal kerja akhir tahun (sales to end-of- year working capital ) adalah 4.Rasio lancar adalah 1,5.
7. Rasio cepat adalah 1,0 (tidak termasuk beban di bayar di muka ).
8. Aset tetap (bersih) adalah $6.000. Sepertiga dari aset tetap ini telah disusutkan.
9. deviden dibayarkan atas saham preferen 8% non partisipasi sebesar $40. Tidak ada perubahan jumlah saham biasa beredar selama tahun 6. Saham preferen diterbitkan 2 tahun lalu pada harga normal.
10. Laba per saham adalah $3,75.
11. Saham biasa diterbitkan pada nilai nominal $5.
12. Saldo laba pada tanggal 1 januari, tahun 6, adalah $350.
Diminta :
a. Dengan informasi yang tersedia, siapkan neraca perusahaan per 31 Desember, tahun6 ,(termasuk klasifikasi pos sebagai berikut : kas, piutang, persediaan, beban dibayar dimuka, aset tetap(bersih), kewajiban lancar, utang obligasi, dan ekuitas pemegang saham).
b. Tentukan jumlah deviden atas saham biasa yang dibayarkan ditahun 6.
Jawaban :
Saldo laba per 31 desember tahun 6 $1.300
Ratio margin laba kotor 30%
Ratio margin laba bersih 10%
Ratio lancar 1,5
Ratio cepat (tidak termasuk beban dibayar dimuka) 1,0
Aset tetap $6.000
Jumlah hari penjualan dalam piutang 72 hari
Kelipatan bunga dihasilkan 5
Obligasi bertingkat bunga 5%
Penjualan terhadap modal kerja 4
Laba per saham $3,75
Saham biasa : nilai nominal $5
Deviden atas saham preferen 8%
Non partisipasi $40
Saldo laba tanggal 1 Januari tahun 6 $350
Perputaran persediaan 5
| VOLTEK COMPANY | ||
| Neraca (ribuan dolar) | ||
| Per 31 Desember | ||
| Tahun5 | Tahun6 | |
| Aset | ||
| Aset lancar: | ||
| Kas | $ 1.300 | $ 350 |
| Piutang dagang | 1.490 | 3599 |
| Persediaan | 1.415 | 2423 |
| Beban dibayar dimuka | 15 | 13 |
| Total aset lancar | 4.220 | 6385 |
| Aset tetap, bersih | $ 6.000 | $ 1.300 |
| Aset lainnya | 123 | 157 |
| Total aset | $ 10.343 | $ 7.842 |
| Kewajiban dan ekuitas pemegang saham | ||
| Kewajiban lancar : | ||
| Wesel bayar kepada bank | $ --- | $ 3,75 |
| Utang obligasi | --- | 5 |
| Utang usaha | 485 | 933 |
| Utang jangka panjang | 122 | 179 |
| Total kewajiban lancar | 607 | 1120,75 |
| Ekuitas pemegang saham : | ||
| Saham biasa, nilai nominal $ 5; modal dasar 5.000.000 lembar ditempatkan; saham beredar masing-masing 550.000 lembar dan 829.000 | 550 | 829 |
| Saham preference, seri A 8% nilai nominal $ 40; ditempatkan 40.000 lembar; saham beredar masing-masing 20.000 lembar dan 18.000 lembar | 450 | 575 |
| Total ekuitas pemegang saham | 1.000 | 1404 |
Anda berencana untuk menganalisis Voltek Company per 31 Desember, Tahun 6. Tersedia data sebagai berikut :
Saldo awal dan akhir neraca pada akun piutang dan persediaan adalah sama.
Laba bersih sebesar $1.300.
Kelipatan bunga dihasilkan (times interest earned) sebesar 5 (pajak penghasilan nol). Perusahaan memiliki obligasi bertingkat bunga 5% dan diterbitkan pada nilai nominal.
Margin laba bersih sebesar 10%. Margin laba kotor adalah 30%. Perputaran persediaan adalah 5.
Jumlah hari penjualan dalam piutang (day's sales in receivable) adalah 72 hari.
Penjualan terhadap modal kerja akhir tahun (sales to end-of-year working capital) adalah 4. Rasio lancar (current ratio) adalah 1,5.
Rasio cepat (acid-test ratio) adalah 1,0 (tidak termasuk beban dibayar di muka).
Aktiva tetap (bersih) adalah $6.000. Sepertiga dari aktiva tetap ini telah disusutkan.
Dividen dibayarkan atas saham preferen 8% nonpartisipasi sebesar $40. Tidak ada perubahan jumlah saham biasa beredar selama Tahun 6. Saham preferen diterbitkan 2 tahun lalu pada harga nominal.
Laba per saham adalah $3,75.
Saham biasa diterbitkan pada nilai nominal $5.
Laba ditahan pada tanggal 1 Januari, Tahun 6, adalah $350.
Diminta :
Dengan informasi yang tersedia, siapkan neraca perusahaan per 31 Desember, Tahun 6, (termasuk klasifikasi pos sebagai berikut: kas, piutang, persediaan, beban dibayar di muka, aktiva tetap (bersih), kewajiban lancar, utang obligasi, dan ekuitas pemegang saham).
Tentukan jumlah deviden atas saham biasa yang dibayarkan di Tahun 6.
Answer :
Margin laba bersih = laba bersih/penjualan
10% = 1.300/penjualan
Penjualan = 13.000
Margin laba kotor = penjualan - HPP/penjualan
30% = 13.000 - HPP/13.000
3.900 = 13.000 - HPP/13.000
HPP = 9.100
Jumlah hari penjualan = piutang rata-rata/(penjualan/360)
72 = piutang rata-rata/(13.000/360)
Piutang rata-rata = 2.600
Perputaran persediaan = HPP/rata-rata persediaan
5 = 9.100/rata-rata persediaan
Rata-rata persediaan = 1.820
Laba kotor = penjualan - HPP
= 13.000 - 9.100 = 3.900
-----------------------------------------------------------------------------------
Voltek Company
NERACA
Per 31 Desember
Aktiva
Kas
Piutang 2.600
Persediaan 1.820
Beban dibayar di muka
Aktiva tetap (bersih) 4.000
Total Aktiva 15.750
Pasiva
Kewajiban lancar
Utang obligasi
Ekuitas pemegang saham
Total Pasiva 15.750
Neraca dan laporan laba rugi Chico Electronics disajikan di bawah ini ( tariff pajak 40% )
CHICO ELECTRONICS
Neraca ( ribuan $ )
Per 31 Desember
Tahun 4 Tahun 5
Aktiva
Aktiva lancar :
Kas $ 683 $ 325
Piutang Dagang 1.490 3.599
Persediaan 1.415 2.423
Beban di bayar dimuka 15 13
Total aktiva lancar 3.603 6.360
Aktiva tetap, bersih 1.065 1.541
Aktiva lain – lain 123 157
Total aktiva $ 4.792 $ 8.058
Kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham
Kewajiban lancar :
Wesel bayar kepada bank $ —- $ 875
Utang jangka panjang jatuh tempo dalam waktu
Satu tahun 38 116
Utang usaha 485 933
Estimasi kewajiban pajak penghasilan 588 472
Akrual beban 576 586
Uang muka pelanggan 34 963
Total kewajiban lancar 1.721 3.945
Utang jangka panjang 122 179
Kewajiban lain – lain 81 131
Total kewajiban 1.924 4.255
Ekuitas pemegang saham :
Saham biasa, nilai nominal 1$;modal dasar 1.000.000
Lembar; saham beredar 550.000 lembar tahun 4 dan
829.000 lembar tahun 5 550 829
Saham preferen, Seri A 10%;nilai nominal $25;modal
Dasar 25.000 lembar tahun 4 dan 18.000 lembar tahun 5 500 450
Tambahan modal disetor 450 575
Laba ditahan 1.368 1.949
Total ekuitas pemegang saham 2.868 3.803
Total kewajiban dan ekuitas pemegang saham $4.792 $8.058
CHICO ELECTRONICS
Laporan laba rugi ( ribuan $ )
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
Tahun 4 Tahun 5
Penjualan bersih $ 7.570 $ 12.085
Penghasilan lain, bersih 261 345
Total pendapatan 7.831 12.410
Harga pokok penjualan 4.850 8.048
Beban umum,adm dan pemasaran 1.531 2.025
Beban bunga 22 78
Total biaya dan beban 6.403 10.151
Laba bersih sebelum pajak 1.428 2.259
Pajak penghasilan 628 994
Laba bersih $ 800 $ 1.265CHICO ELECTRONICS
Diminta :
Hitung dan intrepretasikan rasio keuangan perusahaan berikut ini untuk Tahun 5 :
Rasio cepat ( acid test ratio )
Pengembalian atas aktiva ( return on assets )
Pengembalian atas ekuitas biasa ( retirn on common equity )
Laba per saham ( earning per share )
Rasio margin laba kotor ( gross profit margin ratio )
Kelipatan bunga dihasilkan ( times interest earned )
Jumlah hari untuk menjual persediaan ( days to sell inventory )
Rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas ( long – term debt to equity ratio )
Total utang terhadap equitas ( total debt to equity )
Penjualan terhadap modal kerja ( sales to end of year working capital )
JAWABAN :
Rasio cepat ( acid test ratio )
= Kas + kas setara + surat berharga + piutang usaha / kewajiban lancar
= 3.924 / 3.945 = 0,99
Pengembalian atas aktiva ( return on assets )
= Laba bersin + beban bunga ( 1 – tarif pajak )/ rata – rata total aktiva
= ( 1.265 + 78 ( 1 – 0,4 ))/(( 4.792 + 8.058 )/2)
= 805,8 / 6425 = 12%
Pengembalian atas ekuitas biasa ( return on common equity )
= Laba bersih / rata – rata ekuitas pemegang saham
= 1.265 / ((2.868 + 3.803)/2)
= 1.265 / 3.333,5 = 37,9%
Laba per saham ( earning per share )
= Laba bersih / Jumlah lembar saham
= 1.265 / 849.000
= 0,149
Rasio margin laba kotor ( gross profit margin ratio )
=( Penjualan – HP Penjualan )/ Penjualan
= (12.065 – 8.048) / 12.065
= 33,29%
Kelipatan bunga dihasilkan ( times interest earned )
= laba sebelum pajak & bunga / beban bunga
= 2.237 / 78
= 28,67%
Jumlah hari untuk menjual persediaan ( days to sell inventory )
= persediaan rata – rata /( HP Penjualan / 360)
= ((1.415 + 2.423 )/2) / (8.048 / 360)
= 1.919 / 22,35
= 85 hari
Rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas ( long – term debt to equity ratio )
= kewajiban jangka panjang / ekuitas pemegang saham
= 179 / 3.803
= 0,047
Total utang terhadap equitas ( total debt to equity )
= total kewajiban / ekuitas pemegang saham
= 4.255 / 3.803 = 1,11
Penjualan terhadap modal kerja ( sales to end of year working capital )
= 12.065 / 2.415 = 52%
Soal 1-9
Sebagai konsultan MCR Company, anda diberi tahu bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan untuk membeli Lakeland Corporation. MCR Company meminta anda menyiapkan statistic dan analisis keuangan tertentu untuk Tahun 5 dan Tahun 4 dengan menggunakan Laporan Keuangan Lakeland sebagai berikut :












a) Rasio Lancar
Tahun ke 5, Rasio lancar = Aset Lancar/Kewajiban Lancar
= 13.570.000/5.900.000
= 2,3
Tahun ke 4, Rasio lancar = Aset lancar/Kewajiban lancar
= 12.224.000/6.320.000
= 1,9
b) Rasio cepat
Tahun ke 5, Rasio Cepat = kas+setara kas+surat berharga+piutang/Kewajiban Lancar
= 1.610.000+4.075.000/5.900.000
= 0,96
Tahun ke 4, Rasio Cepat = kas+setara kas+surat berharga+piutang/Kewajiban Lancar
= 1.387.000+3669.000/6.320.000
= 0,8
c) Nilai buku per lembar saham
Tahun ke 5, Nilai buku per lembar saham = Nilai nominal saham/Lembar saham
= 550.000/550.000
= 1
Tahun ke 4, Nilai buku per lembar saham = Nilai nominal saham/Lembar saham
= 500.000/500.000
= 1
d) Rasio margin laba kotor
Tahun ke 5, Rasio margin laba kotor = Penjualan-Harga pokok penjualan/Penjualan
= 48.400.000-31.460.000/48.400.000
= 35%
Tahun ke 4, Rasio margin laba kotor = Penjualan-Harga pokok penjualan/Penjualan
= 41.700.000-29.190.000/41.700.000
= 30%
e) Jumlah hari untuk menjual persediaan
Tahun ke 5, Jml hari untuk menjual persediaan
= Persediaan rata-rata/(HPP)/360
=(7.250.000+7.050.000)/(31.460.000/360)
= 14.300.000/2/87.388,88
= 81,81 hari
Tahun ke 4, Jml hari untuk menjual persediaan
= Persediaan rata-rata/(HPP)/360
= (7.050.000+6.950.000)/2/(29.190.000/360)
= 14.000.000/2/81.083,33
= 86,33 hari
f) Kelipatan bunga dihasilkan
Tahun ke 5
Laba sebelum pajak = Tot. pendapatan-HPP-Bi. penjualan-Bunga atas cad. pelunasan piutang
= 48.500.000-31,460,000-12.090.000-300.000
= 4.650.000
Kelipatam bunga dihasilkan = Laba sebelum pajak dan bunga/Beban bunga
= 4.650.000+30.000/30.000
= 156
Tahun ke 4
Laba sebelum pajak = Tot. pendapatan-HPP-Bi. penjualan-Bunga atas cad. pelunasan piutang
= 41.725,000-29.190.000-8.785.000-275.000
= 3.475.000
Kelipatam bunga dihasilkan = Laba sebelum pajak dan bunga/Beban bunga
= 3.475.000+0/0
= 0
g) Rasio harga laba atas saham biasa
Tahun ke 5
Laba per saham
= Laba bersih/Nilai nominal
= 2.360.000/550.000
= 47,2
Rasio harga laba atas saham biasa = Harga pasar per lmbr saham/Laba perusahaan
= 73,50/47,2
= 1,55
Tahun ke 4
Laba per saham
= Laba bersih/Nilai nominal
= 1.755.000/500.000
= 3,51
Rasio harga laba atas saham biasa
= Harga pasar per lmbr saham/Laba perusahaan
= 47,75/3,51
= 13,60
h) Pengeluaran modal kotor
Tahun ke 5, pengeluaran modal kotor = Investasi dalam Aktiva tetap
= 8.905.000
Tahun ke 4, pengeluaran modal kotor = Investasi dalam aktiva tetap
= 9.046.000
Analisis :
a) perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya mempunyai current ratio berkisar 2. perusahaan LAKELAND mengalami peningkatan current ratio dari tahun 4 ke tahun 5 dikarenakan aset lancar bertambah dan kewajiban lancar menurun.
b) ARTINYA, SETIAP Rp 1 HUTANG DIJAMIN OLEH
Rp 1,4 AKTIVA LANCAR (Angka yang terlalu tinggi,mengindikasikan kelebihan kas atau piutang, dan angka Yang terlalu kecil menunjukan resiko likuiditas yg tinggi). pada perusahaan LAKELAND mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi dikarenakan qiuck ratio berada dibawah angka normal (1,5).
c) Tidak ada perubahan.
d) penjualan dari tahun 4 ke tahun 5 meningkat dan HPP mengalami peningkatan juga, kenaikan dikarenakan penjualan dari tahun 4 ke tahun 5.
e) persediaan akan berputar setiap 82 hari sekali, diperkirakan dalam setahun persediaan akan berputar sebanyak 4kali.
f) pengguanaan utang dari tahun k4 ke tahun 5 berkurang, karena itu kelipatan bunga yang dihasilkan tinggi.
g) rasio harga laba atas saham biasa mengalami penurunan dikarenakan laba persaham meningkat tajam dari tahun 4 ke tahun 5 dan harga perlembar saham juga meningkat.
h) investasi aktiva tetap mengalami penurunan dikarenakan penjualan aset dan penyusutan.












a) Rasio Lancar
Tahun ke 5, Rasio lancar = Aset Lancar/Kewajiban Lancar
= 13.570.000/5.900.000
= 2,3
Tahun ke 4, Rasio lancar = Aset lancar/Kewajiban lancar
= 12.224.000/6.320.000
= 1,9
b) Rasio cepat
Tahun ke 5, Rasio Cepat = kas+setara kas+surat berharga+piutang/Kewajiban Lancar
= 1.610.000+4.075.000/5.900.000
= 0,96
Tahun ke 4, Rasio Cepat = kas+setara kas+surat berharga+piutang/Kewajiban Lancar
= 1.387.000+3669.000/6.320.000
= 0,8
c) Nilai buku per lembar saham
Tahun ke 5, Nilai buku per lembar saham = Nilai nominal saham/Lembar saham
= 550.000/550.000
= 1
Tahun ke 4, Nilai buku per lembar saham = Nilai nominal saham/Lembar saham
= 500.000/500.000
= 1
d) Rasio margin laba kotor
Tahun ke 5, Rasio margin laba kotor = Penjualan-Harga pokok penjualan/Penjualan
= 48.400.000-31.460.000/48.400.000
= 35%
Tahun ke 4, Rasio margin laba kotor = Penjualan-Harga pokok penjualan/Penjualan
= 41.700.000-29.190.000/41.700.000
= 30%
e) Jumlah hari untuk menjual persediaan
Tahun ke 5, Jml hari untuk menjual persediaan
= Persediaan rata-rata/(HPP)/360
=(7.250.000+7.050.000)/(31.460.000/360)
= 14.300.000/2/87.388,88
= 81,81 hari
Tahun ke 4, Jml hari untuk menjual persediaan
= Persediaan rata-rata/(HPP)/360
= (7.050.000+6.950.000)/2/(29.190.000/360)
= 14.000.000/2/81.083,33
= 86,33 hari
f) Kelipatan bunga dihasilkan
Tahun ke 5
Laba sebelum pajak = Tot. pendapatan-HPP-Bi. penjualan-Bunga atas cad. pelunasan piutang
= 48.500.000-31,460,000-12.090.000-300.000
= 4.650.000
Kelipatam bunga dihasilkan = Laba sebelum pajak dan bunga/Beban bunga
= 4.650.000+30.000/30.000
= 156
Tahun ke 4
Laba sebelum pajak = Tot. pendapatan-HPP-Bi. penjualan-Bunga atas cad. pelunasan piutang
= 41.725,000-29.190.000-8.785.000-275.000
= 3.475.000
Kelipatam bunga dihasilkan = Laba sebelum pajak dan bunga/Beban bunga
= 3.475.000+0/0
= 0
g) Rasio harga laba atas saham biasa
Tahun ke 5
Laba per saham
= Laba bersih/Nilai nominal
= 2.360.000/550.000
= 47,2
Rasio harga laba atas saham biasa = Harga pasar per lmbr saham/Laba perusahaan
= 73,50/47,2
= 1,55
Tahun ke 4
Laba per saham
= Laba bersih/Nilai nominal
= 1.755.000/500.000
= 3,51
Rasio harga laba atas saham biasa
= Harga pasar per lmbr saham/Laba perusahaan
= 47,75/3,51
= 13,60
h) Pengeluaran modal kotor
Tahun ke 5, pengeluaran modal kotor = Investasi dalam Aktiva tetap
= 8.905.000
Tahun ke 4, pengeluaran modal kotor = Investasi dalam aktiva tetap
= 9.046.000
Analisis :
a) perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya mempunyai current ratio berkisar 2. perusahaan LAKELAND mengalami peningkatan current ratio dari tahun 4 ke tahun 5 dikarenakan aset lancar bertambah dan kewajiban lancar menurun.
b) ARTINYA, SETIAP Rp 1 HUTANG DIJAMIN OLEH
Rp 1,4 AKTIVA LANCAR (Angka yang terlalu tinggi,mengindikasikan kelebihan kas atau piutang, dan angka Yang terlalu kecil menunjukan resiko likuiditas yg tinggi). pada perusahaan LAKELAND mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi dikarenakan qiuck ratio berada dibawah angka normal (1,5).
c) Tidak ada perubahan.
d) penjualan dari tahun 4 ke tahun 5 meningkat dan HPP mengalami peningkatan juga, kenaikan dikarenakan penjualan dari tahun 4 ke tahun 5.
e) persediaan akan berputar setiap 82 hari sekali, diperkirakan dalam setahun persediaan akan berputar sebanyak 4kali.
f) pengguanaan utang dari tahun k4 ke tahun 5 berkurang, karena itu kelipatan bunga yang dihasilkan tinggi.
g) rasio harga laba atas saham biasa mengalami penurunan dikarenakan laba persaham meningkat tajam dari tahun 4 ke tahun 5 dan harga perlembar saham juga meningkat.
h) investasi aktiva tetap mengalami penurunan dikarenakan penjualan aset dan penyusutan.
Soal 1-10
beberapa rasio untuk tiga perusahaan berbeda yang beroperasi dalam 3 industri berbeda (dagang, farmasi, dan utilitas) dilaporkan dalam table di bawah ini :
Keterangan : n.a = not applicable (tidak dapat diaplikasikan)
Diminta : identifikasi industry untuk masing-masing perusahaan. Berikan setidaknya dua alasan untuk mendukung masing-masing pilihan anda.
Jawab :
Identifikasi Perusahaan A (perusahaan dagang)
* Rasio margin laba kotor sebesar 18% : biaya produksi yang dikeluarkan oleh Perusahaan A sangat besar, karena semakin kecil margin laba kotor maka biaya produksi yang di tanggung oleh perusahaan semakin besar, sebaliknya jika margin laba kotor besar maka biaya produksinya kecil.
* Rasio margin laba bersih sebesar 2% : Perusahaan A tidak mampu menghasilkan laba yang tinggi sehingga akan mempengaruhi pembagian deviden. Jika laba bersih kecil maka pembagian deviden pun akan kecil.
* Rasio Penelitian dan pengembangan terhadap penjualan sebesar 0%: perusahaan A tidak melakukan penelitian dan pengembangan karena perusahaan A termasuk perusahaan dagang dengan tujuan untuk memperkecil biaya operasi.
* Rasio iklan terhadap penjualan sebesar 7% : perusahaan mengeluarkan biaya iklan untuk mendongkrang penjualan dengan rasio 7%.
* Rasio beban bunga terhadap penjualan sebesar 1% : penjualan yang dilakukan oleh perusahaan A terdapat beban bunga sebesar 1%. Angka ini termasuk kecil sehingga dapat meringankan biaya yang akan mempengaruhi laba bersih yang akan dihasilkan perusahaan tersebut.
* Pengembalian atas investasi (ROA) sebesar 11% : setiap $ 1 investasi asset akan menghasilkan 11sen laba tahunan sebelum dikurangi bunga setealh pajak.
* Perputaran piutang usaha 95 kali : dalam setahun piutang usaha berputar 95 kali. semakin besar nilai perputaran dari piutang usaha maka semakin efisien perusahaan tersebut. Oleh karena itu perusahaan ini termasuk efisien dalam mengelola piutang usahanya. Untuk mengetahui berapa hari piutang tersebut akan menjadi kas maka harus dicari rata-rata umur piutang tersebut akan terkumpul, dengan menggunakan rumus :
Rata-rata umur piutang = 365/(perputaran piutang )
Dengan asumsi dalam satu tahun terdapat 365 hari.
Maka rata-rata umur piutang tersebut adalah : 365/(95 ) = 3,8 hari dibulatkan menjadi 4 hari.
Jika rata-rata umur piutang kecil ini menandakan bahwa resiko tidak kembalinya piutang perusahaan A sangatlah kecil dengan mengingat rata-rata umur piutang perusahaan ini selama 4 hari. Berarti setiap 4 hari sekali piutang akan menjadi kas.
* Perputaran persediaan 9 kali : dalam setahun persediaan pada perusahaan A berputar sebanyak 9 kali. Semakin besar perputarannya semakin bagus karena idle capacity pada perusahaan tersebut sangat kecil. Sebaliknya jika perusahaan memiliki perputaran persediaan yang kecil haruslah diwaspadai karena banyak barang yang menganggur di gudang dengan jumlah yang besar. Untuk mengetahui lamanya umur persediaan harus terlebih dahulu dihitung rata-rata umur persediaanya, dengan rumus :
Rata-rata umur persediaan = 365/(perputaran persediaan )
Dengan asumsi dalam satu tahun terdapat 365 hari.
Maka rata-rata umur persediaan tersebut adalah : 365/9 = 40,5 hari dibulatkan menjadi 41 hari.
Persediaan akan berputar setiap 40 hari sekali dalam setahun. Manajemen cukup efektif dalam mengelola persediaan perusahaan.
* Utang jangka panjang terhadap ekuitas sebesar 64% : setiap 0,64 hutang dijamin dengan $.1 aset perusahaan. Semakin kecil nilia rasio ini akan semakin bagus tingkat solvabilitasnya karena dengan rasio yang kecil menunjukan kondisi perusahaan yang sehat.
Identifikasi Perusahaan A (perusahaan dagang)
* Rasio margin laba kotor sebesar 18% : biaya produksi yang dikeluarkan oleh Perusahaan A sangat besar, karena semakin kecil margin laba kotor maka biaya produksi yang di tanggung oleh perusahaan semakin besar, sebaliknya jika margin laba kotor besar maka biaya produksinya kecil.
* Rasio margin laba bersih sebesar 2% : Perusahaan A tidak mampu menghasilkan laba yang tinggi sehingga akan mempengaruhi pembagian deviden. Jika laba bersih kecil maka pembagian deviden pun akan kecil.
* Rasio Penelitian dan pengembangan terhadap penjualan sebesar 0%: perusahaan A tidak melakukan penelitian dan pengembangan karena perusahaan A termasuk perusahaan dagang dengan tujuan untuk memperkecil biaya operasi.
* Rasio iklan terhadap penjualan sebesar 7% : perusahaan mengeluarkan biaya iklan untuk mendongkrang penjualan dengan rasio 7%.
* Rasio beban bunga terhadap penjualan sebesar 1% : penjualan yang dilakukan oleh perusahaan A terdapat beban bunga sebesar 1%. Angka ini termasuk kecil sehingga dapat meringankan biaya yang akan mempengaruhi laba bersih yang akan dihasilkan perusahaan tersebut.
* Pengembalian atas investasi (ROA) sebesar 11% : setiap $ 1 investasi asset akan menghasilkan 11sen laba tahunan sebelum dikurangi bunga setealh pajak.
* Perputaran piutang usaha 95 kali : dalam setahun piutang usaha berputar 95 kali. semakin besar nilai perputaran dari piutang usaha maka semakin efisien perusahaan tersebut. Oleh karena itu perusahaan ini termasuk efisien dalam mengelola piutang usahanya. Untuk mengetahui berapa hari piutang tersebut akan menjadi kas maka harus dicari rata-rata umur piutang tersebut akan terkumpul, dengan menggunakan rumus :
Rata-rata umur piutang = 365/(perputaran piutang )
Dengan asumsi dalam satu tahun terdapat 365 hari.
Maka rata-rata umur piutang tersebut adalah : 365/(95 ) = 3,8 hari dibulatkan menjadi 4 hari.
Jika rata-rata umur piutang kecil ini menandakan bahwa resiko tidak kembalinya piutang perusahaan A sangatlah kecil dengan mengingat rata-rata umur piutang perusahaan ini selama 4 hari. Berarti setiap 4 hari sekali piutang akan menjadi kas.
* Perputaran persediaan 9 kali : dalam setahun persediaan pada perusahaan A berputar sebanyak 9 kali. Semakin besar perputarannya semakin bagus karena idle capacity pada perusahaan tersebut sangat kecil. Sebaliknya jika perusahaan memiliki perputaran persediaan yang kecil haruslah diwaspadai karena banyak barang yang menganggur di gudang dengan jumlah yang besar. Untuk mengetahui lamanya umur persediaan harus terlebih dahulu dihitung rata-rata umur persediaanya, dengan rumus :
Rata-rata umur persediaan = 365/(perputaran persediaan )
Dengan asumsi dalam satu tahun terdapat 365 hari.
Maka rata-rata umur persediaan tersebut adalah : 365/9 = 40,5 hari dibulatkan menjadi 41 hari.
Persediaan akan berputar setiap 40 hari sekali dalam setahun. Manajemen cukup efektif dalam mengelola persediaan perusahaan.
* Utang jangka panjang terhadap ekuitas sebesar 64% : setiap 0,64 hutang dijamin dengan $.1 aset perusahaan. Semakin kecil nilia rasio ini akan semakin bagus tingkat solvabilitasnya karena dengan rasio yang kecil menunjukan kondisi perusahaan yang sehat.
Identifikasi Perusahaan B (Perusahaan Farmasi- manufaktur)
* Rasio margin laba kotor sebesar 53% : Perusahaan memperoleh laba kotor yang besar yang dapat menutupi biaya produksinya karena biaya produksinya yang kecil (sebelum menilai margin laba bersih).
* Rasio margin laba bersih sebesar 14% : dari rasio laba kotor sebesar 53% perusahaan hanya mampu menghasilkan margin laba bersih sebesar 14%. Selisih margin laba kotor dan laba bersih terlalu besar yaitu sebesar 39% menandakan banyaknya biaya produksi dan biaya operasi yang di tanggung oleh perusahaan.
* Rasio penelitian dan pengembangan terhadap penjualan 17% : karena perusahaan B adalah perusahaan farmasi yang bergerak dalam bidang manufaktur dan mengolah obat-obatan maka perusahaan perlu melakukan riset atau penelitian dan pengembangan untuk menjamin produk yang dihasilkannya aman dan dapat diterima oleh masyarakat serta disahkan oleh pemerintah terkait.
* Rasio iklan terhadap penjualan 4% : walaupun margin laba kotor terlihat besar namun dari ratio iklan terhadap penjulan yang sebesar 4% ternyata tidak terlalu mempengaruhi penjualan karena laba bersih yang didapat kecil jika dibandingkan dengan laba kotor.
* Rasio beban bunga terhadap penjualan 1% : penjualan yang dilakukan oleh perusahaan A terdapat beban bunga sebesar 1%. Angka ini termasuk kecil sehingga dapat meringankan biaya yang akan mempengaruhi laba bersih yang akan dihasilkan perusahaan tersebut.
* Pengembalian atas investasi (ROA) 12% : setiap $ 1 investasi asset akan menghasilkan 12 sen laba tahunan sebelum dikurangi bunga setealh pajak.
* Perputaran piutang usaha 5 kali : dalam setahun piutang perusahaan B hanya berputar sebanyak 5 kali, ini artinya tingkat perputaran piutangnya rendah. Kita akan mencari tahu berapa lama piutang itu terkumpul yang akan dikonversikan menjadi kas dengan rumus yang sama yang telah diberikan diatas pada perusahaan A.
Rata-rata umur piutang = 365/(5 ) = 73 hari
Piutang akan terkumpul dalam 73 hari.
* Perputaran persediaan 3 kali : dalam setahun persediaan yang berputar sebanyak 3 kali. Angka ini sangatlah rendah yang dikhawatirkan banyaknya barang yang menggangur di gudang. Kita hitung rata-rata umur persediaan.
Rata-rata umur persediaan = 365/(3 ) = 121,6 hari dibulatkan menjadi 122 hari.
Jumlah yang cukup besar ini berarti persediaan akan berputar setiap 122 hari atau kurang lebih akan berputar 3 bulan sekali. Jadi tidak heran jika perputaran persediaanya hanya 3 kali dalam setahun.
* Utang jangka panjang 45% : setiap 0,45 hutang dijamin dengan $1 aset perusahaan. angka yang cukup kecil untuk perusahaan manufaktur. Semakin nilai rasio tersebut kecil maka semakin baik untuk perusahaan.
* Rasio margin laba kotor sebesar 53% : Perusahaan memperoleh laba kotor yang besar yang dapat menutupi biaya produksinya karena biaya produksinya yang kecil (sebelum menilai margin laba bersih).
* Rasio margin laba bersih sebesar 14% : dari rasio laba kotor sebesar 53% perusahaan hanya mampu menghasilkan margin laba bersih sebesar 14%. Selisih margin laba kotor dan laba bersih terlalu besar yaitu sebesar 39% menandakan banyaknya biaya produksi dan biaya operasi yang di tanggung oleh perusahaan.
* Rasio penelitian dan pengembangan terhadap penjualan 17% : karena perusahaan B adalah perusahaan farmasi yang bergerak dalam bidang manufaktur dan mengolah obat-obatan maka perusahaan perlu melakukan riset atau penelitian dan pengembangan untuk menjamin produk yang dihasilkannya aman dan dapat diterima oleh masyarakat serta disahkan oleh pemerintah terkait.
* Rasio iklan terhadap penjualan 4% : walaupun margin laba kotor terlihat besar namun dari ratio iklan terhadap penjulan yang sebesar 4% ternyata tidak terlalu mempengaruhi penjualan karena laba bersih yang didapat kecil jika dibandingkan dengan laba kotor.
* Rasio beban bunga terhadap penjualan 1% : penjualan yang dilakukan oleh perusahaan A terdapat beban bunga sebesar 1%. Angka ini termasuk kecil sehingga dapat meringankan biaya yang akan mempengaruhi laba bersih yang akan dihasilkan perusahaan tersebut.
* Pengembalian atas investasi (ROA) 12% : setiap $ 1 investasi asset akan menghasilkan 12 sen laba tahunan sebelum dikurangi bunga setealh pajak.
* Perputaran piutang usaha 5 kali : dalam setahun piutang perusahaan B hanya berputar sebanyak 5 kali, ini artinya tingkat perputaran piutangnya rendah. Kita akan mencari tahu berapa lama piutang itu terkumpul yang akan dikonversikan menjadi kas dengan rumus yang sama yang telah diberikan diatas pada perusahaan A.
Rata-rata umur piutang = 365/(5 ) = 73 hari
Piutang akan terkumpul dalam 73 hari.
* Perputaran persediaan 3 kali : dalam setahun persediaan yang berputar sebanyak 3 kali. Angka ini sangatlah rendah yang dikhawatirkan banyaknya barang yang menggangur di gudang. Kita hitung rata-rata umur persediaan.
Rata-rata umur persediaan = 365/(3 ) = 121,6 hari dibulatkan menjadi 122 hari.
Jumlah yang cukup besar ini berarti persediaan akan berputar setiap 122 hari atau kurang lebih akan berputar 3 bulan sekali. Jadi tidak heran jika perputaran persediaanya hanya 3 kali dalam setahun.
* Utang jangka panjang 45% : setiap 0,45 hutang dijamin dengan $1 aset perusahaan. angka yang cukup kecil untuk perusahaan manufaktur. Semakin nilai rasio tersebut kecil maka semakin baik untuk perusahaan.
Identifikasi Perusahaan C (perusahaan utilitas)
* Rasio margin laba bersih 8% : menunjukan bahwa perusahaan utilitas ini hanya mempu menghasilkan laba bersih yang kecil dan akan membagi deviden yang relative kecil pula. Selain itu perusahaan jasa ini memngeluarkan biaya dan beban operasi yang relative besar.
* Rasio penelitian dan pengembangan terhadap penjualan 0,1% : perusahaan hanya mengeluarkan biaya ini dengan jumlah yang kecil.
* Rasio iklan terhadap penjualan 0,1% : untuk iklan perusahaan pun mengeluarkan biaya yang kecil. Sehingga mengurangi beban perusahaan dalam menanggung biaya dan beban operasinya. Kemungkinana yang menyebabkan perusahaan ini mendapatkan laba yang kecil adalah terletak pada biaya-biaya lain atau hutang yang dimiliki perusahaan.
* Rasio beban bunga terhadap penjualan 15% : perusahaan harus menanggung beban yang cukup besar dalam setiap penjualan produknya.
* Pengembalian atas investasi (ROA) 7% : setiap $ 1 investasi asset akan menghasilkan 7 sen laba tahunan sebelum dikurangi bunga setealh pajak.
* Perputaran piutang usaha 11 kali : dalam setahun piutang akan mengalami perputaran sebanyak 11 kali. Rata-rata hari untuk pengumpulan piutang tersebut adalah :
Rata-rata umur piutang = 365/11 = 33,18 hari dibulatkan menjadi 33 hari.
Perusahaan akan menerima kas dari piutang tersebut dalam waktu 33 hari atau sebulan lebih. Jadi dalam setipa bulannya kas perusahaan akan bertambah.
* Perputaran persediaan n.a : karena Perusahaan C tergolong perusahaan utilitas atau jasa maka perusahaan ini tidak memiliki persediaan.
* Utang jangka panjang terhadap ekuitas 89% : setiap 0,89 hutang dijamin dengan $1 aset perusahaan. nilai ini sangat mengkhawatirkan hampir mencapai 90% yang artinya keadaan perusahaan tidak efisien. Kemungkinan perusahaan ini mempunyai kewajiban yang lebih besar disbanding dengan total assetnya.
* Rasio margin laba bersih 8% : menunjukan bahwa perusahaan utilitas ini hanya mempu menghasilkan laba bersih yang kecil dan akan membagi deviden yang relative kecil pula. Selain itu perusahaan jasa ini memngeluarkan biaya dan beban operasi yang relative besar.
* Rasio penelitian dan pengembangan terhadap penjualan 0,1% : perusahaan hanya mengeluarkan biaya ini dengan jumlah yang kecil.
* Rasio iklan terhadap penjualan 0,1% : untuk iklan perusahaan pun mengeluarkan biaya yang kecil. Sehingga mengurangi beban perusahaan dalam menanggung biaya dan beban operasinya. Kemungkinana yang menyebabkan perusahaan ini mendapatkan laba yang kecil adalah terletak pada biaya-biaya lain atau hutang yang dimiliki perusahaan.
* Rasio beban bunga terhadap penjualan 15% : perusahaan harus menanggung beban yang cukup besar dalam setiap penjualan produknya.
* Pengembalian atas investasi (ROA) 7% : setiap $ 1 investasi asset akan menghasilkan 7 sen laba tahunan sebelum dikurangi bunga setealh pajak.
* Perputaran piutang usaha 11 kali : dalam setahun piutang akan mengalami perputaran sebanyak 11 kali. Rata-rata hari untuk pengumpulan piutang tersebut adalah :
Rata-rata umur piutang = 365/11 = 33,18 hari dibulatkan menjadi 33 hari.
Perusahaan akan menerima kas dari piutang tersebut dalam waktu 33 hari atau sebulan lebih. Jadi dalam setipa bulannya kas perusahaan akan bertambah.
* Perputaran persediaan n.a : karena Perusahaan C tergolong perusahaan utilitas atau jasa maka perusahaan ini tidak memiliki persediaan.
* Utang jangka panjang terhadap ekuitas 89% : setiap 0,89 hutang dijamin dengan $1 aset perusahaan. nilai ini sangat mengkhawatirkan hampir mencapai 90% yang artinya keadaan perusahaan tidak efisien. Kemungkinan perusahaan ini mempunyai kewajiban yang lebih besar disbanding dengan total assetnya.
Dari ketiga perusahaan diatas perusahaan yang paling efektif dalam segi likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas adalah Perusahaan A. alasannya :
1 Semakin besar margin untuk laba kotor maupun laba bersih maka semakin baik perusahaan itu dan biaya yang ditanggungpun akan semakin kecil. Walaupun perusahaan A memiliki margin laba kotor dan laba bersih yang kecil dibandingkan dengan perusahaan lainnya namun selisih rasio antara laba kotor dan laba bersih sangat kecil yaitu 6% sedangkan untuk perusahaan B sebesar 39% dan perusahaan C kita anggap 8%. Berarti biaya produknya kecil dibanding dengan perusahaan lain. Maka tingkat kinerja operasinya baik walaupun menghasilkan laba bersih yang kecil yang akan mempengaruhi pembagian deviden yang kecil pula.
2 Rasio biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka meningkatkan penjualan berada ditengah-tengah ketiga perusahaan diatas. Tanpa melakukan penelitian dan pengembangan perusahaan sudah mampu menghasilkan laba, kemungkinana perusahaan mengalihkan biaya ini menjadi biaya iklan sehubungan dengan jenis perusahaan ini yaitu perusahaan dagang.
3 Untuk perputaran piutang perusahaan A sangatlah efektif, pihak manajemen mapu mengendalikan piutangnya dengan baik Karena memiliki nilai yang tinggi yaitu 95 kali dalam setahun dengan pengumpulan umur piutang rata-rata setiap 4 hari sekali. Dengan kata lain, perusahaan A akan menerima kas dari hasil piutang setiap 4 hari sekali. Sedangkan perusahaan lainnya sangat jauh dibawah Perusahaan A.
4 Perusahaan A akan mengalami perputaran persediaan sebanyak 9 kali dalam setahun dengan rata-rata umur persediaan selama 41 hari. Lebih bagus disbanding dengan perusahaan B.
5 Semakin kecil nilai rasio dari utang jangka panjang terhadap ekuitas maka semakin baik performa perusahaan tersebut. Walaupun nilai rasio yang paling kecil dimiliki oleh perusahaan B namun dilihat dari keseluruhan data yang ada perusahaan A merupakan perusahaan yang cukup efektif dalam mengelola kewajiban jangka panjangnya. Setidaknya total asset perusahaan masih lebih besar daripada total kewajibannya.
1 Semakin besar margin untuk laba kotor maupun laba bersih maka semakin baik perusahaan itu dan biaya yang ditanggungpun akan semakin kecil. Walaupun perusahaan A memiliki margin laba kotor dan laba bersih yang kecil dibandingkan dengan perusahaan lainnya namun selisih rasio antara laba kotor dan laba bersih sangat kecil yaitu 6% sedangkan untuk perusahaan B sebesar 39% dan perusahaan C kita anggap 8%. Berarti biaya produknya kecil dibanding dengan perusahaan lain. Maka tingkat kinerja operasinya baik walaupun menghasilkan laba bersih yang kecil yang akan mempengaruhi pembagian deviden yang kecil pula.
2 Rasio biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka meningkatkan penjualan berada ditengah-tengah ketiga perusahaan diatas. Tanpa melakukan penelitian dan pengembangan perusahaan sudah mampu menghasilkan laba, kemungkinana perusahaan mengalihkan biaya ini menjadi biaya iklan sehubungan dengan jenis perusahaan ini yaitu perusahaan dagang.
3 Untuk perputaran piutang perusahaan A sangatlah efektif, pihak manajemen mapu mengendalikan piutangnya dengan baik Karena memiliki nilai yang tinggi yaitu 95 kali dalam setahun dengan pengumpulan umur piutang rata-rata setiap 4 hari sekali. Dengan kata lain, perusahaan A akan menerima kas dari hasil piutang setiap 4 hari sekali. Sedangkan perusahaan lainnya sangat jauh dibawah Perusahaan A.
4 Perusahaan A akan mengalami perputaran persediaan sebanyak 9 kali dalam setahun dengan rata-rata umur persediaan selama 41 hari. Lebih bagus disbanding dengan perusahaan B.
5 Semakin kecil nilai rasio dari utang jangka panjang terhadap ekuitas maka semakin baik performa perusahaan tersebut. Walaupun nilai rasio yang paling kecil dimiliki oleh perusahaan B namun dilihat dari keseluruhan data yang ada perusahaan A merupakan perusahaan yang cukup efektif dalam mengelola kewajiban jangka panjangnya. Setidaknya total asset perusahaan masih lebih besar daripada total kewajibannya.
6. perusahaan A berani untuk mengambil resiko mendapatkan laba yang tidak besar tetapi perputaran piutang dagangnya lancar dan persediaan yang mengganggur di gudang tidak banyak. oleh karena itu laba yang di peroleh sedikit namun manajemen mampu meningkatkan kinerja dalam hal piutang dan persediaan.
Soal 1-11
Diminta :
a. Interpretasikan rasio Best Computer dan tarik kesimpulan tentang kinerja dan kondisi keuangan perusahaan- abaikan rasio industry
b. Ulangi analisis (a) dengan melibatkan rasio industry
c. Indikasikan rasio mana yang anda anggap menyimpang dari standar industry. Untuk setiap rasio yang menyimpang dari standar industry tersebut, berikan dua penjelasan yang mungkin.
Jawab :
a. Best Computer telah menyajikan hasil kinerja dan kondisi keuangannya dengan cukup baik dalam bentuk rasio (perbandingan persentase), namun dalam penyajiaannya masih harus banyak mengalami perbaikan, misalnya dengan menambahkan rasio dari tahun yang sebelumnya serta standar yang ditentukan sebelumnya juga harus dicantumkan, agar menjadi perbandingan bagi pembacanya.
b. Jika dibandingkan dengan rasio industri di sekitar daerah industry Best Computer, dapat ditarik kesimpulan bahwa, antara kinerja Best Computer dengan rata-rata industry memiliki angka rasio yang tidak jauh berbeda, ini membuktikan bahwa Best Computer pun mampu bersaing dengan Industri lain yang mungkin bergerak di bidang industry yang sama. Dari segi likuiditas, struktur modal dan solvable, tingkat pengembalian hingga ukuran pasar Best Computer memiliki banyak kesamaan nilai dengan Rata-rata industry yg terdapat di daerah asal.
c. Menurut pendapat saya yang sedikit menyimpang dengan rata-rata industry adalah “Rasio perputaran piutang” pada best computer disajikan sebesar 6,90 sedangkan pada rata-rata industry sebesar 8,15. Ini membuktikan transaksi penjualan kredit yang dilakukan perusahaan banyak, tetapi dalam penerimaan kas atau pelunasan piutangnya yang masih kurang, sehingga terjadi perputaran piutang yang kurang baik dari standar rata-rata industrinya. Dengan kata lain Best Computer harus memperbaiki, baik dari segi penjualan kredit, pengumpulan piutang, hingga penagihan piutang.
Soal 1-12
Ace Co., akan diambil alih oleh Beta Ltd. Di akhir tahun 2007. Beta setuju untuk membayar pemegang saham Ace sebesar nilai buku per saham pada saat pengambilalihan. Seorang analis yang handal membuat proyeksi berikut ini untuk Ace (asumsikan biaya modal sebesar 10% per tahun).
($ per lembar saham)
|
2002
|
2003
|
2004
|
2005
|
2006
|
2007
|
Dividen
|
-
|
$ 1,00
|
$ 1,00
|
$ 1,00
|
$ 1,00
|
$ 1,00
|
Arus Kas Operasi
|
-
|
2,00
|
1,50
|
1,00
|
0,75
|
0,50
|
Pengeluaran Modal
|
-
|
-
|
-
|
1,00
|
1,00
|
-
|
Kenaikan (Penurunan) Utang
|
-
|
(1,00)
|
(0,50)
|
1,00
|
1,25
|
0,50
|
Laba Bersih
|
-
|
1,45
|
1,10
|
0,60
|
0,25
|
(0,10)
|
Nilai Buku
|
$9,00
|
9,45
|
9,55
|
9,15
|
8,40
|
7,30
|
Jawab:
a. Estimasikan nilai per lembar saham Ace Co., pada akhir tahun 2002 dengan menggunakan model diskonto dividen.
2003
|
2004
|
2005
|
2006
|
2007
|
Nilai Terminal
| |
=
|
0,9091
|
0,8264
|
0,7513
|
0,6830
|
0,6209
|
4,5327
|
Jadi estimasi nilai per lembar saham Ace Co., pada akhir tahun 2002 adalah $8,323
(dividend discount model)
| ||||||
b. Estimasikan nilai per lembar saham Ace Co., pada akhir tahun 2002 dengan menggunakan model laba sisa.
2002
|
2003
|
2004
|
2005
|
2006
|
2007
| |
Laba Bersih
|
-
|
$1,45
|
$1,10
|
$0,60
|
$0,25
|
$(0,10)
|
Nilai Buku
|
$9,00
|
9,45
|
9,55
|
9,15
|
8,40
|
7,30
|
Pembebanan modal
(nilai buku awal x 10%)
|
0,900
|
0,945
|
0,955
|
0,915
|
0,840
| |
Laba sisa
(laba bersih - pembebanan modal)
|
0,55
|
0,155
|
(0,355)
|
(0,665)
|
(0,940)
| |
Faktor Diskonto
| ||||||
(laba sisa / faktor diskonto)
|
9,00
|
0,50
|
0,128
|
(0,267)
|
(0,454)
|
(0,584)
|
Jadi estimasi nilai per lembar saham Ace Co., pada akhir tahun 2002 adalah $8,323
(residual income model)
| ||||||
c. Estimasikan nilai per lembar saham Ace Co., pada akhir tahun 2002 dengan menggunakan model arus kas bebas untuk ekuitas.
2003
|
2004
|
2005
|
2006
|
2007
|
Nilai Terminal
| |
Arus kas operasi
|
2,00
|
1,50
|
1,00
|
0,75
|
0,50
|
7,30
|
(-) Pengeluaran Modal
|
(1,00)
|
(1,00)
| ||||
(+/-) Kenaikan (Penurunan) Utang
|
(1,00)
|
(0,50)
|
1,00
|
1,25
|
0,50
| |
Arus Kas Bebas terhadap Ekuitas
|
1,00
|
1,00
|
1,00
|
1,00
|
1,00
|
7,30
|
Faktor Diskonto
| ||||||
(arus kas bebas / faktor diskonto)
|
0,9091
|
0,8264
|
0,7513
|
0,6830
|
0,6209
|
4,5327
|
Jadi estimasi nilai per lembar saham Ace Co., pada akhir tahun 2002 adalah $8,323
(the free cash flow to equity model)
| ||||||


